" Katakanlah, "Perhatikanlah apa yang terdapat di langit dan bumi. ..." (Q.S. Yunus : 101)

Laman

Senin, 15 Oktober 2012

INTERPRETASI LAND COVER (Pertemuan III)

TUGAS MATA KULIAH 
PENGOLAHAN DATA CITRA (TKP151P) 
(LAPORAN PRAKTIKUM FILTERING DAN COLOR ENHANCEMENT) 
Dosen Pengampu : 
- Dra. Bitta Pigawati, M.T. 
- Pangi, S. T., M. T. 

INTERPRETASI LAND COVER 
(Pertemuan III) 

Tiara Kartika Cendanisari
NIM 21040111060032 

PROGRAM STUDI DIPLOMA III 
TEKNIK PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA 
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO 
SEMARANG 
2012 



Filtering 
Image pre-processing merupakan kegiatan pra-analisa data citra satelit. Salah satu tahapannya adalah filtering. Filtering merupakan proses perubahan nilai piksel dalam dataset sesuai dengan nilai piksel disekelilingnya. Filtering merupakan operasi lokal dalam pengolahan citra guna memudahkan interpretasi visual. Filter spasial yang digunakan dibagi menjadi tiga katagori umum, yaitu : 
- Filter lolos rendah (low pass filter) adalah filter yang digunakan untuk memperhalus kenampakan (smoothing and averaging) dengan meratakan noise dan menghilangkan spike pada citra. 
- Filter lolos tinggi (high pass filter) adalah filter yang digunakan untuk menajamkan penampakan pada citra seperti jalan, patahan lingkungan air dan tanah dengan menekan frekuensi tinggi tanpa mempengaruhi bagian dari frekuensi rendah citra. 
- Filter deteksi sisi (edge detection filter) adalah filter yang digunakan untuk menampakkan sisi disekitar suatu obyek untuk memudahkan kegiatan analisis. 
Langkah Kerja dalam Filtering 
1. Buka ER Mapper melalui layar desktop atau start – all programs – ER Mapper. 
2. Klik icon open atau file – open dan buka file citra yang akan digunakan. 
3. Untuk mengetahui nilai spektralnya klik kanan pada citra dan pilih cell values profile. Kemudian klik kanan pada citra dan pilih pointer kemudian klik-kan pointer pada citra, maka tampak nilai spektralnya pada kotak dialog. Nilai tersebut berada pada kisaran 0-255. Dengan kisaran warna hitam pada nilai 0 dan warna putih pada nilai 255. 
4. Untuk mendapatkan informasi citra yang diinginkan, klik kanan pada gambar citra dan pilih algorithm. Kemudian klik icon edit transform limits, maka akan muncul kotak dialog seperti di bawah ini dan tampak informasi citra RGB-nya. 
5. Tutup kotak dialog transform dan perbesar gambar citra dengan konsen pada salah satu wilayah. Kemudian klik icon edit filter (kernel) pada kotak dialog algorithm. 
6. Setelah muncul kotak dialog, buka C – ER Mapper 70 – kernel – filter_high_pass – sharpen 11.ker. Klik OK. Maka akan tampak perubahan pada citra. 
7. Untuk mencoba filer yang lain, klik delete this filter pada kolom edit di kotak dialog filter dan tutup kotak dialog tersebut. Kemudian klik edit filter (kernel) pada kotak dialog algorithm. setelah kotak dialog terbuka, pilih filter_low pass dan pilih avg7.ker. Klik OK. Maka akan tampak perubahan pada citra. Berbeda dengan citra awal dan citra setelah di filter high pass. 

Langkah Kerja Pengaturan Band dengan Objek Citra Landsat 
1. Tutup lembar kerja tadi. Buka lembar kerja baru dan buka citra landsat yang akan digunakan. 
2. Setelah citra terbuka, klik kanan pada citra dan pilih algorithm. 
3. Pengaturan band bisa dilakukan dengan citra yang memiliki 7 band seperti citra landsat. Untuk mengetahui lahan terbangun dan non terbangun dilakukan dengan cara mengatur band RGB yang telah ada yaitu dengan mengganti nilai band yang tertera dengan mengubah red menjadi band 7, green menjadi band 4, dan blue menjadi band 2. Bisa dengan mengganti nilai band yang tertera dengan mengubah red menjadi band 4, green menjadi band 5, dan blue menjadi band 3. 
4. Kemudian kembali ke awal citra dengan mengubah band ke keadaan semula. 
5. Kemudian klik icon edit filter (kernel) pada kotak dialog algorithm, buka C – ER Mapper 70 – kernel – filter_high_pass – sharpen 11.ker. Klik OK. Maka akan tampak perubahan pada citra. 
6. Ganti nilai band yang tertera dengan mengubah red menjadi band 4, green menjadi band 5, dan blue menjadi band 3 untuk mengetahui lahan terbangun dan non terbangun, selain itu tampak jelas pula jaringan jalannya. 

Referensi 
- . 2010. “Panduan Aplikasi Penginderaan Jauh Tingkat Dasar”, dalam http://forestclimatecenter.org/files/2010%20Panduan%20Aplikasi%20Penginderaan%20Jauh%20Tingkat%20Dasar.pdf. Diunduh 7 Oktober 2012.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar